Selasa, 19 Februari 2008

HUMAN LIFE


Kehidupan ini seperti kita sedang SHOLAT.

Kadang kita berdiri tegak layaknya seorang yang kokoh, tegar dan berbangga hati dengan segala kemewahan yang kita miliki dan merasa bahwa hidup kita akan seribu tahun lagi. Sehingga kadang kita lupa akan hakikat kita yang sebenarnya...yaitu menjadi Khalifah dimuka bumi..

Kemudian dengan baik hati Sang Maha Pencipta menegur pelan kita dengan segala ketakutan, kecemasan, kebingungan dan kehampaan didunia ini agar kita tak jauh tersesat... Dia yang Maha Melihat lagi Maha Mendengar, mengetahui sekecil apapun yang telah kita lalui, baik yang telah kita tutupi, yang telah kita lupakan dan semua diniatkan dalam hati...
...ALLAH tetap menutupi aib kita dan menjauhi dari hina...
,,,Subhanallah,,,
Dan ber-ru'ku-lah kita pada-Nya...
segala doa dan ucapan terima kasih kita panjatkan dengan penuh air mata, dengan penuh kerendahan hati dan penuh permohonan ampunan dosa kita syahdukan...
...tapi...
Dan dengan sekejap kita lupa, kembali berbusung dada. Merasa kita sudah melakukan hal yang benar, telah bertaubat, dan berdiri dengan MEMBANGGAKAN DIRI, menunggu pujian manusia dan mengaharapkan imbalan dari ALLAh dan dunia. Padahal saat itulah kita sedang di uji...

Kehilafan kita tidak mrnhilangkan rasa sayang ALLAH kepada hamba-hamba- Nya.Kita sedikit mengalami kehilangan harta benda dan kemewahan duniawi. Kita kemudian menangisi tersedu-sedu, marah, putus asa dan terkadang menyalahkan- NYA. Padahal
ALLAH ingin mengembalikan kita menuju tujuan akhir manusia yaitu kemuliaan disisi- Nya, jalan lurus seperti jalannya Rasululah SAW, para sahabat dan keluarganya serta orang-orang beriman.

Jika ia, telah tertutup pintu hatinya dari CAhaya Illahi maka ia akan menangis tersedu-sedu. marah-marah, memaki-maki manusia atau bahkan menyalahkan Takdir atau menyalahkan ALLAH. Naudzubilaminzalik...padahal ia tak menyadari bahwa jiwa, nyawa, ruh ini sendiri BUKAN MILIK KITA. Jadi untuk apa menangisi semua yang sesungguhnya bukan milik kita?

Tapi jika manusia itu masih memiliki Cahaya Illahi dihatinya, maka ia akan kembali kejalan yang lurus dengan bersabar, ikhlas, tawaqal, tawadhu dan meneguhkan imannya kepada Sang Khalik. Kemudian ia bangkit dari keterpurukannya dan memulai kehidupan baru dengan mengikuti kaidah-kaidah AL Quran, sunah-sunah dan tuntunan ALLAH serta belajar mengenal ALLAh, Rosullulah dan para nabi, alam semesta dan hakikat manusia di bumi ini. Kemudian kita bersujud merasakan kedekatan kita dengan ALLAh, merendahkan diri kita dihadapan- Nya, mensejajarkan kita dengan alam semesta karena kelak kita akan menjadi kembali seperti semula menjadi segumpal tanah...

Meskipun tidak dipungkiri, bahwa kita akan kembali membuat kesalahan
..lagi...lagi...dan lagi....

Dan semoga kita tidak melakukan kesalahan yang lebih besar dari kesalahan kita sebelumnya, dapat memperbaiki kehidupan kita dengan berpedoman pada ajaran ALLAH melalui AL Quran, Sunah-sunah dan tuntunan-tuntunan- Nya.

Ingatkanlah selalu saya sahabat, jika saya LUPA tantang hal ini...

Dan marilah kita saling mendoakan dan mengingatkan dalam kebaikan..
Sekecil apapun yang telah kita lakukan, saya percaya kelak akan mendapatkan imbalan dari- Nya

{hehehe,,,bahasannya berat ya?please kasi comment ya...tengkyuuu}

Tidak ada komentar: