Asslamu'alaikum....
Saudaraku dalam hidup, semua manusia mengalami siklus yang harus dihadapi. Perjalanan itu tidak semulus dan seindah yang kita impikan. Perjalanannya akan mengalami perputaran bak roda yeng berputar, kadang berada diatas dan kadang berada di bawah. Siklus itu bisa juga seperti siang dan malam, dimana ada masa dimana kita mengalami kegelapan dalam melangakah dan kemudaian pagi menjelang dengan cahaya mentariyang kian menghangatkan tubuh.
Semua harus dilewati dengan senyuaman dan keikhlasan menjalaninya. Pada setiap peristiwa tersbut ada hikmah yang ALLAH senantiasa diselipkan untuk kita. Tanpa atau dengan kita sadari. Seperti halnya pagi dan siang hari, dimana ALLAH beri waktu makhluknya bekerja, memproduksi dan beraktifitas dengan cahaya matahari yang menyinari pengelihatan kita. Kemudian malam menjelang, makhluk ALLAH diberikan kesempatan untuk mengistirahatkan dirinya, berecengkrama dengan yang mereka sayangi dan berintrospeksi diri.
Siklus ini kadang tidak kita temukan maknanya, meskipun kita adalah manusia dengan kecerdasan tertinggi. Bahkan terkadang kita menolak untuk menghadapi pagi yang membuat ngantuk, atau malam yang digunakan utnuk bekerja. Lalu, tidakkah kita merugi ?
Proses ini pun terimplikasi dalam perjalanan panjang hidup kita. Ada masa dimana kita menjadi orang yang sangat berkecukupan harta, kesehatan yang baik dan kebahagian yang membuat kita tak berhenti tertawa. Kemudian sang malam tiba, kita kehilangan harta, kesehatan yang menurun dampak stres dan pola makan yang tidak teratur lalu kebahagian seakan jauh dari kita. Dan itulah hidup.
Dalam salah surat di AL Quran menyatakan bahwa " ...setelah kesempitan maka akan datang kelapangan. Dan sungguh, setelah kesempitan maka akan datang kelapangan...". cukup jelas diterangkan bahwa, bahwa didunia ini tak ada yang abadi. Apa yang akan terjadi akan berjalan dengan seharusnya, seperti pagi dan malam atau roda yang berada diatas kadang dibawah. Hidup ini hanyalah seperti daun kering, dengan sekejap akan berguguran tertiup angin.
Maka sahabat, bersabarlah sahabat atas apa yang terjadi padamu baik itu kesempitan atau kelapangan. Kembalikan semua yang terjadi pada sang Pencipta, jika IA berkehendak maka kata NYA "jadi", maka jadilah. Tidak ada yg tidak mungkin bagi NYA. IA pun berkata, " bersabar dan sholatlah, sesungguhnya itulah penolongmu".
Selalu akan ada hikmah dibalik kegelapan dan kesempitan yang terjadi, karena keadaan itu dapat membuat kita lebih akrab dengan saudara-saudara kita. Hal tersebut dapat membuat kita akrab dan hangat yang diakibatkan rasa ketakutan dan kedinginan yang menerpa kita. Dan pada saat pagi datang bersama kelapangan, maka ingatlah lagi masa dimana kegelapan dan kesempitan dulu hadir. Sehingga kita terhindar dari kesombongan dan lupa diri.
Semoga ALLAH SWT selalu melimpahkan kita semua kesabaran, keikhlasan, rasa berserah diri sehingga menuntun kita ke jalan yang benar, meski dalam keadaan lapang dan sempit. Amin ya Robal Alamin...
Correct Me If I'm Wrong (CMIIW)
Wassalamu'alikum...
Saudaraku dalam hidup, semua manusia mengalami siklus yang harus dihadapi. Perjalanan itu tidak semulus dan seindah yang kita impikan. Perjalanannya akan mengalami perputaran bak roda yeng berputar, kadang berada diatas dan kadang berada di bawah. Siklus itu bisa juga seperti siang dan malam, dimana ada masa dimana kita mengalami kegelapan dalam melangakah dan kemudaian pagi menjelang dengan cahaya mentariyang kian menghangatkan tubuh.
Semua harus dilewati dengan senyuaman dan keikhlasan menjalaninya. Pada setiap peristiwa tersbut ada hikmah yang ALLAH senantiasa diselipkan untuk kita. Tanpa atau dengan kita sadari. Seperti halnya pagi dan siang hari, dimana ALLAH beri waktu makhluknya bekerja, memproduksi dan beraktifitas dengan cahaya matahari yang menyinari pengelihatan kita. Kemudian malam menjelang, makhluk ALLAH diberikan kesempatan untuk mengistirahatkan dirinya, berecengkrama dengan yang mereka sayangi dan berintrospeksi diri.
Siklus ini kadang tidak kita temukan maknanya, meskipun kita adalah manusia dengan kecerdasan tertinggi. Bahkan terkadang kita menolak untuk menghadapi pagi yang membuat ngantuk, atau malam yang digunakan utnuk bekerja. Lalu, tidakkah kita merugi ?
Proses ini pun terimplikasi dalam perjalanan panjang hidup kita. Ada masa dimana kita menjadi orang yang sangat berkecukupan harta, kesehatan yang baik dan kebahagian yang membuat kita tak berhenti tertawa. Kemudian sang malam tiba, kita kehilangan harta, kesehatan yang menurun dampak stres dan pola makan yang tidak teratur lalu kebahagian seakan jauh dari kita. Dan itulah hidup.
Dalam salah surat di AL Quran menyatakan bahwa " ...setelah kesempitan maka akan datang kelapangan. Dan sungguh, setelah kesempitan maka akan datang kelapangan...". cukup jelas diterangkan bahwa, bahwa didunia ini tak ada yang abadi. Apa yang akan terjadi akan berjalan dengan seharusnya, seperti pagi dan malam atau roda yang berada diatas kadang dibawah. Hidup ini hanyalah seperti daun kering, dengan sekejap akan berguguran tertiup angin.
Maka sahabat, bersabarlah sahabat atas apa yang terjadi padamu baik itu kesempitan atau kelapangan. Kembalikan semua yang terjadi pada sang Pencipta, jika IA berkehendak maka kata NYA "jadi", maka jadilah. Tidak ada yg tidak mungkin bagi NYA. IA pun berkata, " bersabar dan sholatlah, sesungguhnya itulah penolongmu".
Selalu akan ada hikmah dibalik kegelapan dan kesempitan yang terjadi, karena keadaan itu dapat membuat kita lebih akrab dengan saudara-saudara kita. Hal tersebut dapat membuat kita akrab dan hangat yang diakibatkan rasa ketakutan dan kedinginan yang menerpa kita. Dan pada saat pagi datang bersama kelapangan, maka ingatlah lagi masa dimana kegelapan dan kesempitan dulu hadir. Sehingga kita terhindar dari kesombongan dan lupa diri.
Semoga ALLAH SWT selalu melimpahkan kita semua kesabaran, keikhlasan, rasa berserah diri sehingga menuntun kita ke jalan yang benar, meski dalam keadaan lapang dan sempit. Amin ya Robal Alamin...
Correct Me If I'm Wrong (CMIIW)
Wassalamu'alikum...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar