Wah siapa sangka akhirnya aku jadi Miss Jinjing euy...
Hari itu aku jalan dan hari itu juga aku pulang dari Singapore, cuma bawa barang yang ukurannya sekecil ban mobil remote control tapi harganyaaa seharga motor.
Mesikupun cuma menginjak kaki di Singapore selama 3 jam (17.00 - 20.00) tapi luar biasa senangnya.
Rejeki Alhamdulillah, malah dapet yang lebih dari yang aku inginkan.
Aku naik Garuda Indonesia jam 13.45. Kenapa naik Garuda, karena cari pesawat yang jamnya terdekat dengan kedatangan aku di bandara. Tadi aku sampai bandara jam 11.30, sempet keliling cari jadwal pesawat untuk jam 1-an. Awalnya disaranin saudaraku yang ada di Singapore naik Singapore Airlines, tapi harganya USD 405. No no no!!! Terlalu mahal lah walaupun dibayarin kantor juga. Aku mampir ke Lion air terus Batavia, tp dikasih tau sama bagian ticketing aku mending ke Customer Service Bandara yang ada di dekat Bank BCA di Terminal 2E. Makanya dapatlah Garuda, meskipun mahal banget ya USD. 240.
Harga memang tidak bohong soal pelayanan deeh. Pas boarding pass, saya dikasih kesempatan memilih mau duduk dimana dan aku memilih duduk dekat jendela. Karena aku suka melihat awan dari atas, kemudian bermain dengan imajinasiku. Aku selalu berkhayal di awan itu ada kerajaan sendiri, dan punya banyak kehidupan yang menyenangkan.
Aku kemudian mengurus ijin imigrasi yang antriiiiinya,,, buanyak buanget! Dan aku malah asik mengisi kartu imigrasi, padahal kata orang imigrasi ini belum terpakai kalau cek di imigrasi Indonesia, ini terpakai ketika keluar dari bandara Singapore.
Begitu kondisi pesawat dinyatakan aman, aku disuguhi Chicken Teriyaki dan berbagai minuman. Layar televisi mini menyediakan apapun tayangan yang tersedia, baik film, video clip, berita,dll. Aku tidak menyaksikan apapun dari itu hanya menikmati permainan imajinasi dan awan. Sangat cantik!
Meskipun ini bukan pertama kali naik Garuda, tapi ini adalah pertama kali aku keluar negeri (hehehe,,,jadi malu... (^^,)
Dan SENDIRIAN!!! U know what rasanya, seperti bberpetualang dan bermain dengan keberuntungan.
Dan SENDIRIAN!!! U know what rasanya, seperti bberpetualang dan bermain dengan keberuntungan.
Ketika sampai di Singapore, aku celingak celinguk,,,, kemane nih gue?!? hahaha :D kaya anak ilang!
Aku ikuti kemana para penumpang lain menuju, mereka melangkahkan kaki ke SkyTrain. Aku ikut-ikutan aja,, hahahah :D asli, bingung sebingung2nya. Dari skytrain pada turun di Terimanal 3. Terus pada turun kebawah, DAMN!!! Mana kebelet lagi. Akhirnya aku memisahkan diri dari kerumunan dan cari toilet. Toilet disini ga ada air untuk basahan, aduh,,, ga bersih degh. Terpaksa ga bs sholat nih! T_T
Dari dalam toilet ada survey pengunjung toilet, ditempel di dinding toilet. Kita cuma perlu klik, touch screen gitu. Kalau di Indonesah mah udah ilang kali ya dimalingin!!! wkwkwkw :P
Begitu keluar toilet, eng ing eng,,, kosong!!! Aku tersesat,,, harus kemana. Pas liat ada telpon umum jadi inget kata teman Pak Paul-Pak Kiki yang bilang telp disini free untuk local. Jadi aku pikir pakai aja nih telp, terus tanya Pak Kiki. Ga taunya harus pakai coin or kartu. Stay cool ,,, stay cool,,,menenangkan perasaaan galau!!!
Aku terus kearah penjaga yang tertulis Immigration. Aku sudah mengisi kartu dan menyerahkan passport, tiket dan kartu imigrasi tsb. Untung tadi Ica (saudaraku) ksh alamat dia tinggal, jadi aku bisa menjelaskan kemereka bahwa aku mau ke tempat saudara hanya mengambil beberapa barang darinya. Eh kata Bapaknya, "lain kali baca tulisan diatas ya, ini untuk permanent residence". Malu malu,,, sangking paniknya jadi ga teliti.
Begitu keluar bandara, aku celingak celinguk. Jaringan HP ga ada, terus ga tau ketemu dimana sm Pak Kiki. Kalau aku diem aja, aku bakal tidak ada hasil apa-apa nih. Mau tanya keorang, malu banget!!! Ngerasa bibir kelu, bahasa Inggris kaya ga bisa gitu!!! Pas liat lagi telp umum, baca dengan teliti ternyata cukup masukin credit card kemudian tekan no tujuan dan tarik credit cardnya. All free.... Dan berhasil telp Pak Kiki, Pak Kiki mengarahkan aku untuk keluar kearah terminal 3 terus cari hotel Crown Plaza. Lalu tunggu dia di lobby. Aku keluar langsung cari money changer dulu, karena tadi buru-buru banget. Setelah itu, ternyata Hotel Crown ga jauh dari tempat aku berdiri. Dengan sangat over PD, aku masuk aja ke hotel. Engga tau itu lobby ada dimana, tapi kaki aku kaya udah apal aja dimana loby terus duduk dan nunggu disitu. Dan ternyata benar!!! Lucky me (^_^).
Pak Kiki jemput bersama istrinya, terus kita langsung ke DHL dan ambil barangnya. Pas dimobil istri Pak Kiki tanya aku, kenapa aku yang dipilih Pak Paul kesini. Aku jawab aja, karena aku punya passport, bisa bahasa Inggris dan orang project logistic. Tapi sepertinya itu tidak memuaskan pertanyaannya. Sudahlah ya...
Yang penting ini barang bisa keluar dari DHL!!! Horeeeee,,,, kerja gue hampir selesai bow!! (hampir-----)
![]() |
| _Walking around Changi Airport_ |
Ica dan aku sama-sama tidak tahu Garuda di terminal berapa, dan dengan yakinnya aku bilang terminal 1. Daripada aku bingung!!! Jadilah turun di T1. Dan saya salah saudara-saudara (>.< )" , Garuda itu di T3. Jadi aku harus naik Skytrain lagi ke T3. Begitu sampai di T3 tidak tahunya tempat boarding pass Garuda itu jauuuuuuuh banget!!! Mana aku bawa barang yang beratnya 8 kg dan aku jinjing dengan koper (aturan bawa koper yang ditarik nih!!!). Lari-larian seperti orang gila!
Bagitu sampai boarding pass, petugasnya bertanya "Together?". Maksudnya aku dan penumpang dibelakang itu berangan, aku blg tidak. Dan dia menawarkan untuk aku duduk bersamaan dengan dia, aku bilang aja boleh. Secara orangnya bisa dikecengin... weee :P genit bener,,,, Setelah dapet kartu boarding pass, eh ada masalah di bbea cukainya. Barang yang aku bawa dicuragai!!! Jeng Jeng...!!! Pak Paul sebelumnya pesan, kalau ditanya bilang aja ini ban mobil-mobilan. Aku bilang aja begitu,,, Tapi mereka curiga. Pertama boxnya susah dibuka (tau gitu box nya aku buang), kedua terlalu berat untuk standar ukuran ban mobil mainan (iya iyalah, 2kg!), dan ketiga aku gugup! Seumur-umur ini pertama kali keluar negeri, ga taunya sendirian dan bawa barang yang harusnya kena pajak. Tapi kali ini keberuntungan masih berpihak. Aku lolos...
![]() |
| _Muka jadi kucel bin dekil_ |
Deg deg deg,,,!!! engga lucu nih, pertama kali keluar negeri terus ketinggalan pesawat! Lari,,,lari,,,lari,,, dan berhasil!!! Walaupun petugas Garudanya marah-marah!! Ini panggilan terakhir jadi hampir saja ditinggalin.
Alhamdulillahirobbil'alamin...Makasih ya ALLAH, aku diselamatkan olehMu berkali-kali.
Karena hari mulai gelap, aku tidak bisa menikmati lagi awan. Akuhirnya aku memilih menonton tayangan di tv saja. Aku pilih film box office, sayangnya engga seru! Tapi lumayan lah daripada liatin teman yang duduk berdekatan tidur. Tiba di Jakarta, ternyata pulsa NOL!!! Padahal sebelum berangkat udah aku isi 100ribu. Kenapa cepat abis? Karena tadi itu aku convert ke telp resmi Singapore, SingTel. Layanan BBM aku tetap aktif, nerima telp dari Jakarta, dan sms ke Pak Paul terus. Sekarang bingung kasih kabar ke Pak Sarman, supir Pak Paul. Kata Pak Paul nanti sampai Jakarta Pak Sarman yang jemput dan mengantarkan barang ini langsung ke Ancol. Jadi saya bisa langsung pulang. Padahal tadi sih alasan aja ke Pak Paul engga berani pulang malam terus langsung ke Ancol, biar bisa pulang dari Singapore pagi dan jalan-jalan malam dulu disana. Eh malah kata dia, aku engga usah ke Ancol, langsung pulang aja. Dan tau ngga kelakuan boss aku ini yang aneh lainnya, dia sms blg "Saya mau tidur lebih cepat, karena besok berangkat pagi. Jadi kalau ada apa-apa kamu harap hubungi Pak Ahim". Laaaah,,, dasar boss!!! Untung aje aye bisa keluar Pak, kalau kagak gimane coba!!! Pak Sarman cukup cerdas, dia langsung nelp dan memberitahukan keberadaannya. Padahal tadi aku bingung beli pulsa dimana, secara udah hampir tengah malam. Aku naik mobil boss dan duduk dibelakang, karena didepan ada barang-barang yang mau dibawa ke Ancol. Wah rasanya seperti boss juga,, hahahaha :D
Finally, sampai Jakarta aku tidak bawa cendramata apa-apa. Hasil menukarkan uang di money changer sia-sia!!! Aku tuker lagi deh ni dollar Singapore, lumayan banyak juga jumlahnya. Tapi tidak semuanya, aku sisakan beberapa untuk kenang-kenangan. Rugi juga sih, tapi ya mau ga mau!!! Sesampainya dirumah aku ditunggu sama Mama. Jadilah engga langsung istirahat, aku begitu antusias cerita ke Mama. Mama sepertinya kecewa aku tidak bawa oleh-oleh, akhirnya aku kasih aja 10 dollar Singapore ke Mama. Aku sisakan yang receh buatku. Sampai dikantor, teman yang tahu aku ke Singapore minta oleh-oleh, karena tidak bawa apa-apa jadi aku kasih recehan dollarnya. Sisa 10 sen dan 20 sen.. hehehe... :P
So, ini dia cerita si Miss Jinjing dadakan!!! Baru pertama keluar negeri, tapi nekat pergi SENDIRIAN cuma karena loyalitas!
Eh engga juga sih ya, aku kepingin juga. Karena ini seperti berpetualang dan menegangkan banget!!!
Alhamdulillahirobbil'alamin (^_^)
Alhamdulillahirobbil'alamin (^_^)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar