Senin, 23 September 2024

Hujan Siang Ini

Aku dengan secangkir kopi, dengan iringan hujan menggelegar.

Duduk diantara hiruk pikuknya lalu lalang orang, entah yang sibuk bekerja, atau sekedar menyenangkan diri.

Aku menunggu makan siangku yg belum datang, melihat sekumpulan awan bergerak, dengan petir yg bersautan.

Aku putar musik di handphone, menikmati semilir angin dengan air yang menghempas.

Sejuk sekali ...

Ketika makanan tiba, aku pertama kali memakan makanan unik seperti ini. 

Sayuran dan bawang yang rasanya tidak sama seperti aku memasakan aku.

Nikmat...



Aku merayakan momen ini.

Jarang-jarang aku berada diposisi ini. Duduk, menikmati waktu, makan makanan enak, minum kopi, diantara kesibukan para pekerja di jantung kota, dengan hujan deras di musim kemarau ini.


Sambil menunggu waktuku berpindah tempat, dari pusat ke wilayah lagi. Mengurus regulasi negara yang nyatanya hanya bikin sulit. 

Tak mengapa.


Kalau dia engga ribet, mungkin aku tidak bisa menikmati waktu ini yang aku rayakan ini.

Perlahan, bergantian orang-orang berlalu. Bahkan ada yg merayakan ulang tahun disini.

Sungguh riuh sekali, tapi bahagianya seperti tertular. Bercengkrama, tertawa dan berfoto bersama.

Kapan terakhir aku merayakannya nya?


Hei aku! Aku tidak boleh lagi utk itu.

Bahagia itu tidak dirayakan setaun sekali.


Seperti hari ini, bukankah ini patut dirayakan?


Menulis, sudah lama aku tidak menulis.

Senang rasanya bisa lagi mencurahkan isi kepalaku. Bukan utk bersedih.

Malah merayakan kesempatan yg Allah berikan. Alhamdulillah...


Awan hitam itu menghilang, berganti dengan matahari yg hangat. Cerah sekali.  

Aku mulai melihat secercah harapan, kebaikan untuk waktu kedepan.


Nikmat mana lagi yg kau dustakan? 




Tidak ada komentar: