Lebaran adalah moment yang dinanti seluruh umat muslim. Ada dua makna yang dapat dirasakan bersamaan, yaitu : Pertama, hari yang menyenangkan karena selama sebulan berpuasa menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu duniawi, menyambut kemenangan di hari Raya. Kedua, hari yang menyedihkan. Bagaimana tidak, hanya 1 bulan Allah memberikan diskon besar2an dalam memberikan pahala dan pengampunan dosa dan dengan datangnya Lebaran maka Ramadhan berakhir. Entah tahun depan kita akan bertemu lagi dengan kesempatan besar ini.
Tapi memang lebaran selalu menghadirkan banyak cerita untuk siapa saja yang merasakannya, bagiku lebaran kali ini penuh air mata dibalik tawa dan keceriaan.
Hari menjelang Lebaran, begitu menyesak didadaku.
Aku merasa sangaaat tidak bisa memaksimalkan ibadahku, kasar2nya aku kalah dibanding tahun lalu.
Hari itu, di Mesjid Raya Tebet Mas saat aku berjamaah dengan mama dan Univie aku menangis. Semua kesalahan dan dosa seakan membebani hati. Hatiku bergetar ketika banyak yang melakukan Itikaf dan mengaji didalam mesjid. Astagfirullah, aku bahkan tak 1 malam pun bisa itikaf dan belum 1 juz pun membaca Al Quran. Belum lagi kelalaianku dalam yang wajib, belakangan ini sholat wajibku kacau. Sunah Duha dan Tahajut pun tak tersentuh.....
Aku menangis sejadi-jadinya, dadaku sempit, airmataku tak bisa aku bendung dan rasanya malu dan merasa bersalah. Kupanjatkan mohon ampun pada Illahi Robb,,,
Dan ketika datang hari nan Fitri, semua berjalan Alhamdulillah lancar. Sholat berjamaah bersama, silaturahmi dengan tetangga, berkumpul dengan saudara-saudara dan saling memaafkan...
Sampai tiba hari dimana waktu liburan tiba... Kami sekeluarga pergi ke Taman Safari, dengan niat kebersamaan. Semua berjalan sempurna, berpadu antara lelah dan keceriaan. Tapi entah mengapa keesokannya, kakakku dan kakak ipar yang tiba2 merasa sedih dan kecewa. Ketika ditanya, mereka tidak memberikan alasan apa-apa. Tapi mereka bahkan tidak main kerumah Mama, padahal rumah mereka depan rumah Mama. Mereka hanya merasa kecewa dan sedih akan sesuatu yang tidak kami seklauarga mengerti. Tapi dari arah bicaranya, mereka menyalahkan Mama.
Ini dia makna Fitri yang aku bilang menyedihkan. Bagaimana bisa mereka mempermasalahkan tentang kekurangan mama, menyalahkan mama tentang ketidakadilan menurut mereka, pengharapan imbalan atas pemberian yang mereka berikan kepada kami, menghitung semua pengeluaran untuk aku, mama dan papa. Masya Allah,,,, ada apa dengan Hari Idul Fitri ini?
Menjadi TUA itu pasti, tapi KEDEWASAAN itu adalah pilihan.
Jadi akankan pertambahan usia, menambah banyak anak dapat mendewasakan seseorang?
Semoga kesucian bulan saling memaafkan ini tidak ternodai dengan kekotoran pikiran dan hati manusia.
Semoga semua bisa saling ikhlas berbagi dan saling memaafkan tanpa ada imbalan apapun.
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI SAUDARAKU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar