"Ta, Ta,,, ni tamunya udah dateng!!!", teriak Papa dari rumah. Aku yang berada diseberang rumah, tepatnya rumah kakak pertamaku jadi mau tidak mau menghampiri suara Papa.
Aku melangkahkan kaki dengan bimbang, antara bingung harus berbuat apa atau mencari alasan menghindari. Papa mengenalkan aku pada saudara sekampung (kaya punya kampung aja, mudik ga pernah :P), pria yang berprofesi sebagai pedangan berusia 35 tahun. Dari rumah kakak aku mengintip pria tersebut. Pria yang sudah terlihat lebih tua diatasku itu, bertubuh kurus, berkulit gelap, dengan mata sayu dan tidak jauh berbeda tingginya. Aku melangkah masuk kerumah dengan membondong keponakan2ku tersayang.
Kusalami satu per satu saudara si Pria dan kemudian Pria tersebut. Hm,,, tangannya dingin dan sepertinya dia gugup sedangkan aku tidak merasakan apa-apa selain keinginan menghindar. Kemudian aku masuk kerumah dan mengumpat dibalik kamar yang bisa mengintip dan menguping pembicaraan mereka. Papa asik membicarakan tentang semua yang aku milik, mama menanyakan tentang si Pria. Dari informasi yang aku dengar, dia berdagang disalah satu pasar kecil di daerah Serpong, menjual hordeng, anak ke5 dari 8 bersaudara, yatim piatu, tinggal di Tanggerang, belum memiliki kendaraan, masih ada biaya sewa toko 25juta setahun dan lulusan SMA.
Hingga akhirnya saudara-saudaranya pergi dan memberikan kesempatan untuk kami lebih leluasa bicara. Akupun dipanggil Papa dan ngobrol dengan Pria ini. Aku menanyakan semua yang padahal aku sudah tahu.
Hanya basa-basi!
Setelah memperhatikan, berbicara dan menanyakan hal-hal tertentu yang prinsip seperti agama dan pola pikir hidup, aku memilih untuk tidak bisa melanjutkan kearah lebih.
Ini kali kelima ada orang yang menjodohkan aku, tapi ini pertama kali Papa mengenalkan aku. Aku kira Papa sangat slektif untuk masa depan anaknya, dan prasangkaku salah. Papa tidak tahu menahu tentang si Pria ini.
BAGAIMANA BISA SEORANG AYAH MAU MELEPASKAN ANAK GADISNYA PADA PRIA YANG BAHKAN BELUM DIKENAL SEPENUHNYA HANYA KARENA SATU DAERAH???
Kecewa dan sedih,,,, tapi aku berusaha positive thinking aja. Ini mungkin bentuk kekhawatiran seorang Ayah akan anak Gadisnya yang tidak laku-laku dikiranya. Atau sudah tidak betah melihat si anak Gadis dirumah terus dan ga ada yang mengapel tiap malam minggu.
Entahlah....... (>.<)"
Aku kemudian berfikir, apa sebenarnya dipikiran mereka yang pernah jadi "MAK COMBLANG" untukku. Pertama senior di kantor lama yang mengenalkan dengan Pria yang katanya seperti adik kandungnya tapi ternyata Pria tersebut seminggu setelah menyerah mendekatiku malah mau menikah dengan cewek lain (kata si Pria mengaku padaku saat PDKT dulu sih saudara, saat ada foto mereka berdua di facebook. Saudara emang menikah ya? ternyata aku "ban serep"). Kemudian teman sekantor, mengenali aku dengan sahabatnya yang katanya soleh, tajir dan dari keluarga baik-baik, engga taunya sudah duda atau malah menawarkan diri sendiri dan menawarkan aku menjadi istri kedua (GUBRAK!!!). Ketiga teman kantor, mengenalkan pada sepupunya tapi si pria yang mundur karena minder (kaya gue okeh aje ye). Last, sahabatku yang ingin mengenalkan dengan sahabat suaminya tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan. Subhanallah,,,,
Aku jadi berfikiran, apa aku ini TERLALU pilih-pilih atau katagori wanita yang GAK Laku?
Kalau mau dibawa sedih mungkin airmata sudah membuat kamarku banjir, tapi buat apa. Aku yakin ALLAH pasti punya rencana yang indah untukku. Aku memang pemilih dalam urusan masa depanku ini.
Mana bisa aku pasrah nerima siapa saja yang mau deh, sedangkan aku akan menghabiskan seluruh hidup bersama orang tersebut. Aku pasti memilih...!!!
Pilihanku tidak harus kaya raya, setampan nabi Yusuf dan sesoleh Rosullullah. Paling tidak cukup penghasilan, pekerja keras dan bertanggung jawab, sebagai modal untuk membiaya hidup keluarga kami. Bersih dan rapi agar nyaman bersamanya, dan pasti taat beribadah dan berpengetahuan agama yang cukup sehingga bisa membimbingku dan anak-anak kita kelak. Selain itu penting juga bahwa kita bisa saling mengkomunikasikan banyak hal, sehingga tidak tercipta misskomunikasi atau salah presepsi sehingga meminimalisasi konflik dan saling support sepenuhnya. Dan pasti BUJANGAN yang SETIA!!!
Naudzubillah minzalik kalau sampai merusak rumah tangga orang, menjadi istri kedua,dst, dan juga sepanjang hidup membatin karena selalu ada selir-selir diantara kami (karena aku tidak mau jika nanti hadir orang lain dalam pernikahan).
Apa menurut kalian aku TERLALU pemilih???? Atau memang aku GAK laku????

Tidak ada komentar:
Posting Komentar