Minggu, 26 Februari 2012

Live Your Life



Hidup...


Memang sebagian orang berfikir sangat sempit ketika dihadapkan dengan kekecewaaan dan kesedihan. Banyak hal dalam hidup yang memang tak sesuai dengan harapan dan apa yang kita pikiran. Kemudian menjadi pelemah diri, galau, gloomy, labil dan kehilangan arah. Berfikir pendek dan negatif.

Aku mulai menghargai tentang makna hidup dari sebuah serial Korea 49 days.

Meskipun dalam serial Korea ini lebih banyak mengisahkan tentang percintaan tapi sebenernya ini lebih kemakna sebuah perjuangan hidup. Tidak ada hal yang salah dari menjadi orang yang berfikiran optimis, positif, jujur dan semangat menghadapi hidup. Itu malah membantu kita untuk menghidupkan kehidupan yang Allah anugrahkan. Jangan takut dibilang naif.

Berjuanglah selagi masih ada waktu, ketika waktu kita sudah tidak ada maka tidak akan ada kesempatan untuk mengulang waktu yang terlewati.

Cerita dari 49 days singkatnya begini, Song Yi Kyung adalah wanita yang mencoba bunuh diri berkali-kali karena dia tidak mempunyai orang tua dan hanya tinggal dengan teman dekatnya dari panti asuhannya. Namanya Song Yi Soo. Tapi kemudian Song Yi Soo malah meninggal dunia dalam kecelakaan.
Disisi lain ada Ji Hyun yang hidupnya sangat sempurna, gadis optimis dan mudah percaya pada siapapun, memilii orang tua, kekasih dan sahabat-sahabatnya. Tapi kemudian dia kecelakaan.



Dalam kecelakaan itu Ji Hyun diberikan kesempatan untuk mengumpulkan 3 air mata yang tulus sayang sama dia jika dia mau hidup lagi dari komanya. Dan dalam perjalan 49 hari ini jiwanya mengembara ditubuh Song Yi Kyung hanya pada waktu yang ditentukan si Malaikat Scheduler (fiksi bangat sieh,hehehe (^_^) ).
Kemudian dia temukan konflik bahwa sahabat dan tunangannya memiliki hubungan khusus selama 5 tahun, padahal dia dan tunangnnya baru menjalin hubungan 2 tahun. Mereka sengaja merencanakan kebohongan ini karena ingin menghancurkan kebahagian yang Ji Hyun miliki, karena iri. Kemudian dia temukan ayahnya yang sakit tumor dan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Dan dia juga akhirnya menemukan cinta sesungguhnya (tidak mau ah menyebut sbg cinta sejati), yang selalu mencintainya diam-diam, Han Kang.

Dalam 49 hari itu Song Yi Kyung mulai menghargai hidup yang dia miliki setelah melihat perjuangan Ji Hyun untuk bisa hidup kembali, dan tanpa sengaja dipertemukan orang tua kandungnya, yang tak lain adalah orang tuanya Ji Hyun.
Ji Hyun dan Han Kang bersama-sama menyadarkan ayahnya untuk mau melakukan operasi tumor, menecegah kebangkrutan serta menyadarkan tunangan dan sahabatnya. Dan Ji Hyun tidak pernah menyampaikan ke Han Kang bahwa dia sangat mencintai Han Kang, karena dia tahu jika Han Kang tahu malah akan membuat Han Kang terluka dan sulit melupakan kepergiannya. Ji Hyun pun sempat menyampaikan hal-hal baik untuk menularkan hal postifi ke orang-orang yang dia sayangi.

Ada dua sisi bertolak belakang, Yi Kyung yang ingin mati sedangkan Ji Hyun yang ingin hidup. Yi Kyung yang sangat pesimis karena dikira kehidupannya buruk padahal tidak seburuk itu, sedangkan Ji Hyun yang yang optimis dan kehidupannya yang terkesan sempurna padahal berbalut kehancuran.

Kita mungkin hanya melihat dengan mata dan kebuntuan hati bahwa yang sempurna dan yang buruk adalah menurut prespektif kita.
Padahal banyak orang yang tidak tahu ada sesuatu dibalik semua yang terjadi.

Kejadian hari ini bukanlah akhir dari kehidupan.


Berfikir positif, optimis, jujur dan berprilaku baik bukanlah sesuatu yang naif.
Semua sudah meiliki porsi masing-masing, Allah merencanakan dengan sebaik-baiknya, hanya ALLAH yang tahu apa yang baik dan apa yang buruk.
Berfikiran positif adalah solusi untuk bisa menerima kehidupan kita.
Selama kita tetap berjalan dalam jalan yang baik, tetap berusaha dengan cara yang baik dan berfikir serta berprilaku dengan bijaksana (akhlak yang terpuji), maka tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.

Memang dalam hidup ada hal yang tidak bisa kita terima dengan mudah, tapi kita butuh waktu untuk menelaahnya karena pasti setiap peristiwa ada maknanya.
Ada juga beberapa hal yang tidak bisa kita ungkapkan karena kita harus memikirkan perasaan orang lain.

Belajarlah untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, karena begitu banyak orang yang bisa kita beri kebaikan. Ketika kita memberi, maka akan banyak yang kita terima tanpa sadar. Ketika kita hampir ingin menyerah, berfikirlah bahwa ketika kita menyerah akan ada orang-orang yang akan ikut menyerah. "Jadi jangan Menyerah".

Hidupkan kehidupanmu mulai hari ini.
Waktu kita tidak banyak teman!!!
Banyak hal yang kita lewatkan jika hanya memikirkan diri sendiri dan memikirkan apa-apa yang belum kita capai dan hal-hal yang tidak kita harapakan terjadi.
"Wal Ahsr"

Disisi lain, kemarin aku menghadiri sebuah pameran fashion di JCC. Harga baju disana, 1 kali gaji aku selama sebulan. Mungkin untuk sebagian orang akan malas melihat-lihat, apalagi mendekatinya. Sedangkan aku malah terbalik.
Aku ingin belajar pada mereka.
Kalau mereka bisa, kenapa aku engga?
Aku banyak melihat dan bertanya.

Dan kemudian aku baru engeh, "JANGAN MALAS!!!"

Kamu tidak akan dapat apa-apa dari tidur dan bermalas-malasan.
Kamu tidak akan dapat apa-apa kalau tidak belajar dan berkelana mengelilingi isi bumi.
Kamu tidak akan dapat apa-apa dari sekedar berfikir jangan "aji mumpung" deh.
Karena sebenarnya kita orang yang harus aji mumung, mumpung masih muda berusahalah sebelum tua, mumpung kita mampu maka berkaryalah sebelum kita tidak mampu.
"Lima perkara sebelum lima perkara".

DAN YANG TAK TERHINDARI BAHWA, KITA HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN APA YANG KITA LAKUKAN DI DUNIA INI KEPADA SANG PEMILIK KITA. ALLAH SWT...

Tidak ada komentar: