Peristiwa demi periatiwa aku lewati dengan segenap emosi yang memuncak dan hampir putus asa. Kemudian aku berpikir untuk melakukan pencarian. Mencari, mengerti, memahami arti hidup, arti patuh terhadapNYA.
Aku merasa bahwa DIA tak ada, tak mau menolongku, bahkan membisikan penenang jiwa. Aku lakukan pembrontakan, aku lawan semua perintahnya, aku lakukan apa yang DIA larang, hanya sekedar untuk tahu, mana yang lebih menyenangkan? Apakah aku salah memilih jalan?
Dan tibalah malam itu, aku berkelana, aku pergi berpetualang, mencari, mencoba hal yang tidak pernah aku lakukan,hanya untuk tahu, apakah ini benar? Mana yang benar? Jiwaku merasa penuh kebimbangan, ketidak tahuan, emosi yang mendorongku mencoba semua jawaban.
Pertama yang aku lakukan adalah mencari kebenaran, mengapa DIA melarangku untuk berbuat hal yang akan aku lakukan? Lalu aku lakukan....
Aku lakukan dengan sangat totalitas, aku lakukan 1 hal yang paling DIA larang. Awalnya tidak ada pengaruh, tidak buatku lega, tidak berpengaruh.
Lalu aku coba hal yang lebih besar, aku berjalan dengan tengah malam, mencari, melakukan lagi hal yang DIA larang dan terlena... Ya, malam itu, aku terlena, terpesona, tergoda keindahan dunia. Kali ini aku merasa bahagia diawal, tapi kemudian setelah terjadi dan terluka, aku tahu bahwa ini salah.
Aku salah!!!
Tidak mampu aku memejamkan mata, takut ini merasuk hingga aku terpaku. Betapa bodohnya aku! Ini tidak benar, ini bukan yang aku mau. Bagaimana kalau...
Jika....
Apakah...
Oh, ini tak harus terjadi!
Sejuta pertanyaan didada, sesak, takut, bingung dan gelisah. Bukan seperti ini yang aku mau. Ternyata kebahagian yang diceritakan dalam tv, buku, film dan musik semua bohong! Ini tidak membahagiakan...
Sungguh, semua menyesatkan!
Rasa sakitku masih terasa hingga esok hari, lukaku masih membekas. Aku tak mau sendiri!
Aku harus mencari sesuatu yang berbeda, bukan seperti yang semalam. Itu bukan yang aku mau... Bukan!!!
Aku patuhi perintahNYA, aku berkelana lagi. Mencari tahu, mencoba mencari jawaban. Awalnya bertemu dengan saudara perempuan tidak mendapatkan jawaban, hanya melupakan sesaat lukaku, sakitku. Aku semakin bimbang... Apakah sampai disini saja pencarianku?
Lalu aku bertemu seorang, dia menceritakan tentangku banyak tentangNYA. Makna menjalankan perintahNYA dan kenapa harus menjauhi perintahNYA. Aku banyak bertanya, banyak mendengar, banyak berfikir dan menelaah srmua ini.
ENGKAU benar, aku yang salah!
Akulah tempatnya salah.
Padahal sudah jelas apa yang KAU larang adalah buruk untukku. Dan semua perintahMU itu bukan untukMU tapi untukku, untuk kebaikanku.
Aku menemukan jawabannya...
Diluar sana terlalu banyak hal yang menggoyahkan imanku, membujukku, mengarahkan aku pada kerugian bagi diriku sendiri. Tapi KAU atur aku dengan perintah dan laranganMU agar dapat menolong umatMU. Maha SempurnaNYA ENGKAU,,,,
Maka ampunilah aku, aku yang bodoh, hina dan tempatnya dosa.
Tak akan pernah aku pertanyakan lagi mengapa KAU perintahkan atau melarangku, karena aku yakin bahwa itu yang TERBAIK.
Aku tak punya kemampuan untuk melihat seperti ENGKAU melihat, aku tak punya kemampuan menyelesaikan masalah, karena ENGKAU saja yang dapat menolong.
Aku cukup berserah padaMU...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar