Sabtu, 30 Agustus 2014

Maafkan aku, Nda

Sudah beberapa minggu Panda sakit, entah sakit apa tapi badannya semakin kurus. Dia bahkan ga mau makan, biasanya dia selalu bangunin pagi untuk minta makan arau nunggu aku pulang.

Puncaknya minggu kemarin, dia tiba-tiba lumpuh, ga bisa jalan, kepalanya miring ke kanan.
Entah kena ke otak atau apa, tapi dia tak mampu berjalan normal.
Kakinya padahal cukup kuat, hanya saja dia tak bisa menjaga keseimbangan.

Matanya menghijau seperti kucing mati, tidak sensitif dengan cahaya, bahkan dia berteriak-teriak kesakitan. Aku sedih....
Aku merasakan kesedihannya, aku merasakan sakitnya. Dan esokannya aku akan membawa dia ke dokter hewan tapi pagi-pagi dia menghilang, seperti tidak ingin dibawa ke dokter.

Aku yakin Panda balik.

Benar saja, Panda balik dengan badan penuh lumpur, dekil, tapi dia sudah bisa berjalan, makan sendiri dan mencari makanan. Rasanya senang sekali. Semangatku kembali. Aku yakin Panda akan normal lagi, dia akan balik seperti dulu. Kemudian hari demi hari ia srmakin membaik, aku tidak jadi membawa ke dokter.

Dan malam kemarin, Jumat 29 Agustus 2014, Panda pergi disaat aku tak bisa menemaninya melawan rasa sakitnya.
Aku pulang malam, karokean sama teman kantor. Padahal kata Mama, Panda manggil-manggil aku. Aku tahu, dia pasti minta aku sayang.
Aku malah asik hura-hura....

Aku nyesel,,, nyesel,,, dan kehilangan.

Panda pergi tanpa diduga. Jumat pagi dia masih main, masih kekamar walaupun mulai lemas lagi. Aku tidak peka! Harusnya aku bawa saja ke donter hewan.
Aku nyesel....

Sampai dirumah Panda pergi, mata dan mulut terbuka lebar. Maaf ya Nda, aku ga mendampingi kamu saat sakratul maut.
Kemudian aku memimpikan Panda, aku bertemu dengan Panda.
Pagi ini saat aku mau memgubur Panda, mata dan mulutnya tertutup.
Dia sudah tenang, dia sudah bertemu aku.

Maaf ya Nda,,,,
Maaf ya Nda,,,,
Maaf ya Nda,,,,

Selamat jalan teman hidupku, sahabat sejatiku, penghibur laraku, pengisi sepiku, pendengar setiaku.
Tidak ada lagi Panda yang sukanya ganggu sholat, membangunkan pagi-pagi, megetuk jendela kamar, ngetuk pintu kamar, mengantar sampai kejalan raya, menunggu dengan setia didepan pagar, ataupun mendengarkan aku lagi.

Aku akan disini sendirian Panda, aku akan merasa sangat kesepian.

Jika Panda bertemu dengan NYA, tolong minta padaNYA untuk mengirimkan aku pendamping pengganti Panda.

Agar aku tak lagi sepi disini.
Terima kasih sudah jadi teman terbaik dihidupku.

Tidak ada komentar: