"Maka disinilah aku, dalam ketetapan rahasia Illahi"
Itulah yang aku ucapkan dalam hati, ketika hari demi hari yang aku lalui tidak sesuai dengan harapan. Setiap sujudku aku meminta yang terbaik, tapi ternyata hatiku harus belajar ilmu ikhlas dan taqwa. Aku harus meyakini bahwa yang terbaik dari NYA adalah yang ada saat ini.
Embun pagi terasa sangat sejuk ketika aku lalui malam bertabur bintang, panas dan menyesak dada. Embun selalu kunanti dipagi hari, tempatku berlabuh dan berkasih. Tetapi itu hanya angan. Embun belum menyejukanku, aku tetap berjalan seperti ini.
Perih, ada sesak didada. Tak tahan aku menahan mutiaraku berlinangan, membasahi bumi sang Illahi. Aku menatap nanar setiap cahaya itu, seperti berlabuh didalamnya lautan. Aku memang tak cukup tegar, aku memang tak cukup hebat, tapi DIA menganggapku bisa melewatinya.
"Maka disinilah aku, dalam ketetapan rahasia Illahi"
Kata-NYA, DIA bersama orang-orang yang sabar, menyayangi orang-orang yang bertakwa. Bentuk inilah yang IA harapkan, inilah yang IA buat untukku.
DIA selalu berada didekatku dan menyayangiku. Dan mengapa aku tidak bersyukur dengan nikmatNYA ???
"Maka disinilah aku, dalam ketetapan rahasia Illahi"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar