
HIDAYAH
Arti hidayah :
Kata Hidayah adalah bahasa Arab atau bahasa Al-Qur’an yang telah menjadi bahasa Indonesia. Akar katanya ialah : هدى – يهدي – هديا – هدى – هدية - هداية (hadaa, yahdii, hadyan, hudan, hidyatan, hidaayatan) . Hidayah ialah penjelasan dan petunjuk jalan yang akan menyampaikan kepada tujuan.
makanya kita diajarin doa :
Allahumma aarina al haqqon haqqon, warzuqna thiba'ahu
wa aarina al bathilan bathila, warzuqna jtanabahu
&
rabbanaa laa tuzigh quluubana ba'da idz hadaitana . . . wa hablana min ladunka rahmat, innaka antal wahhab . . .
makna kandungannya sungguh sebuah jawaban akan tanya apa itu hidayah.
“hidayah itu menyatunya antara pengetahuan tentang Haq dan kemampuan mengikutinya, serta menyatunya pengetahuan tentang kebathilan dan kekuatan menjauhinya.
pengetahuan akan salah satu hal itu tanpa disertai kekuatan untuk melakukan atau menjauhi, itu bukan hidayah, tapi ilmu. Ilmu bisa bermanfaat bisa pula tidak tergantung pengamalan.
maka bisa dikata hidayah itu keselarasan Ilmu dan Amal. Dan tidak ada yang bisa menyelaraskan semua itu kecuali dengan rahmah dari sisi Allah. Maka kejarlah itu agar hidayah senantiasa meliputi diri kita”.
Macam-macam hidayah :
I. Hidayah "taufiq" (yang menggerakkan kepada amal sholeh).
1. hidayah yang berkemang di masyarakat. contoh na, ketika seseorang memakai jilbab lalu masyarakat akan bilang "wah dia sudah dapat hidayah, saya mah tinggal nunggu hidayah aja dari ALLAH".
Tidak semua manusia diberi hidayah oleh Allah, hanya orang-orang yang di pilih oleh Alllah, yaitu orang-orang yang menetapi jalan Allah yang lurus
II. Hidayah "dilalah" (ilmu, hikmah), contohnya hidayah Dien (Al Islam : Al Qur'an dan As Sunnah).
2. saya pernah mendengar dari seorg ustadz (saya lupa nama na siapa) pada saat kultum di tv nasional semasa saya SMA.
beliau bilang, hidayah adalah suatu petunjuk yang datang dari mana saja, bisa dari Al Quran, ceramah, perilaku org lain, perkataan,dll.
setiap manusia pernah diberi hidayah, hanya saja tergantung dari keteguhan manusia tsb dalam menerima hidayah yg diberikan menjadi tuntunan apa tidak. oleh karena itu, berdoalah kepada ALLAH agar ALLAH senantiasa memberikan keteguhan hati kita saat menerima dan menjalani hidayah yg kita terima.
Adapun :
وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ
سورة الأنعام ٭٦ ~ ١٥٣
"Dan inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah! dan jangan mengikuti jalan-jalan yang lain karena hanya akan memisahkanmu dari jalanKu yang benar"
Hidayah dien itu sudah diberikan Allah kepada manusia dengan diturunkannya Nabi, sehingga tidak ada alasan bagi manusia di akhirat nanti untuk menjadi kafir dengan alasan Allah tidak menurunkan petunjuk.
III. Hidayah "Aqli".
Hidayah Anugrah Allah yang akan menguat ketika kita menggunakan akal dan fikiran pada saat membaca atau mendengar Al-Quran serta ketika dalam memaknai kejadian yang berlandaskan pada Ke Maha BesaranNya.
IV. Hidayah I’tiqodiyah
(Petunjuk Terkait Keyakinan Hidup), seperti firman Allah dalam surat An-Nahl berikut :
“Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk (hidup), maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong”. (Q.S. An-Nahl (16) : 37)
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Firaun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhan Penciptaku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhan Penciptamu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan (tetapi) jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta (penolak kebenaran yang datang dari-Nya). (Q.S. Al-Mu’min (40) : 28)
V. Hidayah Thoriqiyah
(Petunjuk Terkait Jalan Hidup (Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw) seperti Firman Allah dalam surat Al-Hajj berikut ini :
“Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus (Islam)”. (Q.S. Al-Hajj (22) : 67)
ِAtau seperti firman Allah di bawah ini :
“Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka”. (Q.S. Annajm (53) : 23)
VI. Hidayah ‘Amaliyah
(Petunjuk Terkait Aktivitas Hidup), seperti firman Allah dalam surat Al-Ankabut berikut :
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-Ankabut (29) : 69)
VII. Hidayah Fithriyah (Fitrah).
Hidayah Fithriyah ini terkait dengan kecenderungan alami yang Allah tanamkan dalam diri manusia untuk meyakini Tuhan Pencipta dan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri mereka. Realisasinya tergantung atas pilihan dan keinginan mereka sendiri. Sumbernya adalah Qalb (hati nurani) dan akal fikiran yang masih bersih (fithriyah) sebagimana yang dialami oleh Nabi Ibrahim. Allah menjelaskan dalam firma-Nnya:
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat". (Q.S. Al-An’am (6) : 77)
VIII. Hidayah taufiq wal intifa'
(perpaduan antara ilmu dan tergeraknya hati menjalankan agar terambil kemanfaatannya) <-- hak prerogatif Allah, hanya Allah yang bisa memberikannya.
IX. Hidayah tabyin wal irsyaad
(petunjuk yang berupa ilmu dan bimbingan) dalam hal ini :
bimbingan termasuk masalah i'tiqodiyah, thoriqiyah, 'amaliyah, fithriyah seperti yang di jabarin mbak poony di atas, juga termasuk hidayah akal <-- manusia bisa menyampaikannya.
adapun yang kita harapkan tentang hidayah itu dari Allah adalah bukan semata2 panduan, tapi mencakup rizqi buat menjalankan/ meninggalkan . . .
Yang jelas hidayah wajib diminta setiap hari minimal 17X pada waktu shalat, yang tidak minta hidayah pada waktu shalat tidak diterima shalatnya/ batal, usaha hidayah adalah usaha semua Nabi dan Rasul yaitu Da'wah. Jalan da'wah ini juga telah ditetapkan bagi kita ummat Nabi Muhammad Saw.
Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (yusuf : 108)
Sahabat Nabi Saw dari kaum Muhajirin dan Anshar telah mengikuti jalan Rasulullah Saw, sehingga kitapun diperintahkan juga untuk mengikuti mereka.
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah : 100).
Artinya kita hrs berusaha utk mendapatkan hidayah tsb dg ikhtiar(berupa keta'atan) dan dengan do'a (meminta hidayah tsb kepada Allah).
Ada hidayah yg datang atas ikhtiar (permintaan) manusia itu sendiri (yg didpt dr ilmu, petunjuk dll), dan ada hidayah yg tanpa diminta, yg ini hak prerogatif Allah, kepada sesiapa saja yang dikehendakiNya.
Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman: Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) diantara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim.
Wahai hambaku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hambaku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian.
Wahai hamba-Ku kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni. Wahai hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada-Ku. Wahai hambaku seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa di antara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun.
Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin di antara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka di antara kalian, niscaya hal itu mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir semuanya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikaan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah ada yang dicela kecuali dirinya.
(Riwayat Muslim)
Semoga Allah memberikan hidayahNya kepada kita semua...
Amin ya Robal Alamin
Allahu'alam...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar