Sabtu, 26 November 2011

Majlis, Muslimah, Veil or Purdah




Sore ini, ba'da Ashar aku berjalan menuju sebuah rumah kecil disebelah mesjid bersama kedua orang tuaku, dengan sebuah tujuan mengikuti sebuah pengajian. Dalam pengajian ini bapak-bapak dan ibu-ibu dipisah, untuk bapak-bapak mengaji di mesjid dan ibu-ibu di rumah penduduk. Aku memasuki rumah mungil yang serba tertutup ini, dan kemudian bertemu dengan ibu-ibu yang sedang serius mendengar tausiah dari speaker yang tersambung dengan mesjid.

Hanya beberapa ibu-ibu yang menyapa aku dan mama. Tak lama datang satu persatu ibu-ibu lain dari luar, mereka mengenakan jilbab panjang, pakaian gamis dan bercadar. Mereka mencium pipiku 3 kali, kanan kiri kanan, mengucapkan salam dan tak lupa menanyakan nama. Ada sebagian ibu-ibu yang membawa serta makanan dan meletakkannya didapur.
Setelah tausiah dan berdoa selesai kami saling bertegur sapa, berkenalan, dan kemudian makan makananan yang disajikan menggunakan nampan. Dalam hati, "sederhana banget ya, sampai menyajikan aja pakai nampan". Tapi ternyata itu adalah Sunnah Rosulullah SAW. He he he,,, malu deh,,,

Setelah berbincang dan mengenal lebih dekat, baru aku sadar bahwa ibu-ibu yang sudah ada di rumah ini semua BERCADAR. Masya Allah, cuma aku dan mama yang engga. Alhamdulillahnya aku menyesuaikan pakaianku dengan jilbab panjang, rok dan baju panjang, walaupun aku malu juga sieh krn engga bercadar. Tapi mereka bilang, "gapapa bu, ini kan proses."

"Ibu namanya siapa?" tanya seorang ibu berkerudung coklat kepadaku, Ibu Ramdhani.
"Citra, dia belum menikah". jawab mama sigap. Dan aku hanya tertunduk malu.
Tak lama aku ditanya dengan seorang ibu berkerudung hitam menanyakan namaku lagi dengan memanggilku ibu. Dan dengan cepat mama yang menjawab lagi dan menegaskan aku belum menikah. Dan aku tertawa kecil sambil berbisik ke mama, "ma semua disini sudah atau belum menikah dipanggil Ibu". Bukan cuma itu, setiap ibu akan dipanggil Umi dan untuk bapaknya dipanggil dengan sebutan Abi.

Alhasil aku malu sendiri karena setiap ibu-ibu yang disini saat menyebutkan nama, yaitu nama suami mereka. Itu artinya cuma aku yang masih menyebutkan nama asliku, hahaha,,,

Kesan serius dan menyeramkan yang orang bilang tentang wanita bercadar itu, jauh dari yang aku lihat hari ini. Memang saat berjalan diluar mereka memakai cadar, menjaga pandangan dan menjaga diri. Tapi begitu bertemu dengan ibu-ibu, mereka seperti wanita-wanita pada umumnya. Suka bercanda, ceria dan ceriwis. hehehe... :P
Dan Subhanallah nya, kita yang engga pernah ketemu sama sekali sebelumnya bisa langsung dekat dan akrab. Jadi makin yakin bahwa sesungguhnya setiap muslim itu bersaudara.. Ada kedekatan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Majelis ini mengajak kita untuk memperbaiki diri agar lebih disiplin ibadah wajib, ibadah Sunnah, dan menjalankan adab-adab kehidupan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Jadwalnya ada yang ta'lim mingguan, bulanan atau "Masthuro". Masthuro ini seperti itikaf, berdiam diri di mesjid untuk bapak-bapak atau dirumah untuk ibu-ibu TANPA bertemu dengan pasangan mereka. Dan setiap melakukannya harus didampingi muhrimnya. Kaya aku, engga boleh jalan sendiri. Harus ada orang tua, kakak atau suami. Masthuro itu ada yang selama 3 hari, 15 hari, 1 bulan. Jeda waktunya juga beda-beda, ada yang Masthuro 3 hari selama sebulan sekali, ada juga Masthuro 1 bulan selama setahun sekali, dll.

Kalau suami dan istri mau ada yang ingin disampaikan, diwakili oleh anak atau ada jadwalnya yaitu setiap pagi datang kerumah tempat kumpul ibu-ibu. Dengan ditutupi dengan kain hordeng sang bapak akan menanykan kabar si ibu, bagaimana ta'limnya, apakah sudah bisa menyatukan hati dengan jama'ah yang lain dan kemudian sang bapak akan menitipkan permintaan. Misalkan si suami akan minta si ibu perbaanyak baca Al Quran atau menjalankan adab-adab, atau juga membantu masak atau ibadah lain.

Hari ini aku ketemu 7 pasangan dari "Banggai-Palu, Sulawesi". Ada 3 pasangan menggunakan pesawat dan ada 4 pasangan dengan kapal laut. Kalian tau butuh berapa lama perjalanan dari Banggai ke sini dengan kapal laut? 3 hari. Subhanallah,,,
Hanya untuk mendaatkan hidayah, ibadah dan menjalin silaturahmi, mereka istiqomah sekali.Tahun 2012 mereka akan itikaf ke Pakistan. Masya ALLAH...

Majelis ini disebut majelis "tabligh". Subhanallah,,, aku jatuh hati.
Dengan keramahan, kesederhanaan, ketaatan, dan saling mendukung untuk terus belajar dan menjalankan printah ALLAH SWT dan Sunnah Rosullullah SAW.

Aku rasa kalian harus tahu, cadar itu bukan menunjukan mereke bersuami TERORIS!!!
Atau mereka orang-orang miskin, berwajah bopel, badannya tidak terurus, dekil, bau dan penyakitan. Kalian SALAH!!!
Bahkan banyak diantara mereka itu sebenernya orang-orang "BERADA" tapi mereka menyederhanakan diri. Mereka menutup wajah karena diwajahlah tempat aurat wanita terbanyak, karena aslinya KECANTIKAN mereka harus terutupi. Bayangkan bahwa akan ada begitu banyak pria yang tergoda dengan hanya memandang wajah wanita. Seperti kata pria, "love at first sight". Dan sebuah hidayah dari ALLAH lah yang mengubah mereka. ALhamdulillahnya suami-suami mereka mendukung.

Aku mau bercadar? Mauuuuu banget...
Tapi aku belum se-istiqomah mereka, masih proses menuju kearah sana Insya ALLAH.
Ada yang bilang, ada kok yang bercadar saat kepengajian ini tapi kekantor tidak.
Tapi aku belum bisa. Rasanya aku ingin bercadar dengan sepenuhnya tapi belum bisa menggunakannya saat bekerja. Aku sendiri belum punya benteng keimanan seperti mereka.
U know lah,,,
Pakai jilbabnya aja masih okem, keliatan aurat sedikit-sedikit dan masih banci tampil.
he he he he :P
Profile picture aja bisa berapa kali ganti kayanya, hahahaha :D
Engga banget kan,,,


Hidayah itu kan harus kita mohon ke ALLAH min 17 kali sehari dengan membaca Al Fatihah dalam sholat wajib, mengaji, memperbaiki ibadah-ibadah wajib dan sunnah, berkumpul dengan orang-orang soleh-solehah dan serta bertobat sebanyak-banyaknya. Semoga kelak ALLAH memberikan kita kekuatan hidayah kelak agar bisa istiqomah, ikhlas dalam kehidupan dan kemantapan hati berjuang dijalan ALLAH. Aamiin.
Dan semoga kelak aku mendapatkan suami yang mendukungku dalam berjuang bersama-sama dijalan ALLAH, Aamiin Ya Robbal Alaamiin.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Emang lokasi majlis tsb dimana,Bu? Saya ko ngga jelas.Tetap istiqomah ya,and jangan takut untuk bercadar,kemanapun Ibu pergi.