Minggu, 12 Juni 2011

"Cintailah Aku dengan
Timbangan Fitrah dan bashirah"

Mencintai dengan timbangan fithrah dan bashirah.
Mencintai dengan kesucian dan mata hati.
Fithrah dan bashirah yang jadi timbangannya.

Yaitu, jika kau mencintai wanita bukan karena tertipu oleh kecantikan
paras wajah dan keelokan bentuk tubuh.
Bukan karena tersihir oleh mata yang berkilat-kilat indah
seperti bintang kejora.
Bukan pula terpikat karena bibir yang ranum segar seperti mawar merekah.
Juga bukan karena keindahan suara yang susah dilupakan.
Bukan karena harta yang melimpah ruah.
Bukan karena kehormatan,yang kau akan jadi ikut terhormat karena menikahinya.

Jika bukan karena itu semua kau mencintainya.
Tapi kau mencintai dengan memakai timbangan fitrahmu, dan mata batinmu.
Kau mencintai dia karena merasakan kesucian jiwanya dan agamanya,
dan mata batinmu condong karena kecantikan akhlak dan wataknya.
Hatimu terpikat karena harumnya kalimat-kalimat yang keluar dari lidahnya.
Saat itu kau telah mencintai lawan jenis dengan benar."

"Cinta yang semu sangat menyiksa dan menyakitkan."

Tidak ada komentar: